ME

ME

Kamis, 22 Mei 2014

PD KURANG PD UNTUK PDkt


PD  KURANG  PD  UNTUK  PDkt

10 tahun memegang kekuasaan, gagah perkasa dengan dominasi generasi muda yang berpendidikan  tinggi ,berpenampilan bak  foto model , berparas  genteng –ganteng  dan cantik dan pada  masa  jabatan 
 kedua , memenangkan  kompetisi dengan melibas pesaingnya hanya dengan sekali putaran,  cek cek cek  sungguh fantastis.                                                                                                                                  Agar tidak terjadi gangguan telah dirangkul rivalnya yang dulu ,dengan diberi kursi yang empuk serta berbagai kerjasama , namun lebih kurang tiga tahun  terakhir penyakit korupsi menggerogoti  tubuhnya seperti virus ganas yang melemahkan seluruh persendian.
Tubuh yang dulu perkasa, wajah-wajah ganteng dan cantik kini pucat pasi lemah tak berdaya tersandar disudut sepi , sendiri.
 Dimana  teman-teman yang dulu?..

Ijinkan aku menjelaskan judul  tulisan ini , bahwa PD yang pertama adalah Partai Demokrat, PD yang kedua adalah Percaya Diri ,PDkt adalah Pendekatan.
Mari kita lihat jauh hari sebelum Pemilu Legislatif ,parpol sudah mempunyai calon presiden, ada ketum partai skaligus capres ada juga capres yang bukan ketum.
Berbeda  dengan parpol lain Partai Demokrat mempunyai capres paling  banyak (konvensi capres) yaitu sebanyak  11 (sebelas) orang ,dari mereka ini nanti akan dipilih satu sebagai capres.
Aku hanya bisa menduga saja  bahwa ini mungkin bertujuan agar timbul kesan bahwa  di Partai Demokrat penunjukan capres itu dilakukan  secara  demokratis, di PD tidak ada anak emas (setidaknya  begitulah kesan yang mungkin diharapkan oleh ketum partai).
Pemilu Legislatif pun dilaksanakan dan berdasarkan quick count tdak ada parpol yang memperoleh suara 25% atau lebih.
Pada hari ke 3 setelah pileg capres PDIP Jokowi  langsung blusukan ke Ketum parpol lain untuk diajak koalisi, begitu juga Rhoma Irama capres dari PKB berkunjung ke parpol-parpol islam untuk diajak koalisi.
Sementara Prabowo capres Gerindra intensif mengajak parpol PKS untuk koalisi dan ARB dari parpol Golkar melakukan  hal yang sama untuk koalisi dengan parpol lain.
Bagaimana  dengan Partai  Demokrat ???
PD seolah kurang Percaya Diri untuk PDkt (pendekatan) dengan parpol lain,  hanya diam ,apakah karena ketum adalah presiden sehingga tidak etis untuk mengajak koalisi ? lalu kenapa tidak menugaskan sekjen   atau petinggi partai untuk tugas itu?
Lalu kemana 11 capres konvensi ? apakah mereka masih ragu karena merasa belum tentu dirinya nanti yang jadi capres dari PD?.
Waktu terus berjalan , waktu tak mau menunggu kita, untuk menentukan siapa capres dari PD dilibatkan 3 lembaga servey untuk mengetahui seberapa populer calon-calon itu dan  diumumkan pada tanggal 16 Mei 2014 dan hasilnya adalah  Dahlan Iskan pemenangnya.
Tapi  apa yang bisa dilakukan capres ini , karena parpol lain sudah tak ada lagi yang  jomblo , sedangkan PD masih membutuhkan kurang lebih 15% suara lagi untuk mencukupi 25 %.
Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa capres PD tidak ditetapkan sebelum pileg ,sehingga Dahlan Iskan bisa blusukan kesana kemari.
Dan juga ada 3 menteri yang juga ketum parpol yakni PAN , PKB,PKS dan 1 bekas menteri yakni ketum GOLKAR, mengapa mereka tidak koalisi dengan PD ?...
Dalam salah satu sambutanya bahkan ketum PD bapak SBY mempersilahkan kader PD yang ingin pindah partai…(woow ada apa ini ).

Apakah Ketum PD bapak SBY kecewa berat dengan kader PD yang telah merusak nama baik partai kemudian patah arang, sehingga pantas diberi hukuman  dengan tidak perlu diberi jabatan pada pemerintahan baru nanti?
Berbagai pertanyaan  tetap tersimpan dalam hatiku, hati rakyat yang kurang faham politik, sementara beliau-beliau yang di atas sana ahli politik, ahli berbicara, ahli strategi ,pasti lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh PD.

Aku dulu pengagum  bapak SBY karena  ehemm .. ganteng, berbadan  tegab , berbicara lembut dan santun tapi dalam hati aku berharap beliau seperti air yang menyejukan ,memberi kehidupan, sekaligus bisa menghantam karang tiada henti dan juga mampu menjadi Tsunami  bila perlu.
Entah kenapa tiba-tiba aku ingin nyanyikan sepotong lagu dewa 19 yang syairnya begini :

Namun kau masih ragu , diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara...
 - baru kusadari , cintaku bertepuk sebelah  tangan
  -kau buat remuk seluruh  hatiku….


Tidak ada komentar: