Waktu berjumpa sahabat lama,
perasaan senang banget,pengen rasanya
berbagi cerita tentang pengalaman selama
ini ,tentang keluarga, lingkungan kerja,juga kemungkinan hubungan dengan cowo
yang baru. pendeknya pengen curhat habis gitu lah.
Kami saling memuji tentang
penampilan masing-masing , yang makin cantik ,makin mulus dan juga makin modis
(biasalah namanya juga cewek).
Pertemuan kami lanjutkan dengan makan siang di tempat yg tidak terlalu ramai
dengan harapan kita bisa bebas bercerita tanpa terganggu pengunjung lain.
Beberapa menit kami berada
dalam kendaraan suara hp dia berbunyi pertanda ada pesan masuk diapun menjawab, abrolan kami sebentar
sebentar terhenti karena kedua dua hp sahabat bergantian berbunyi dengan suara yang berbeda beda
Kamipun tiba di tempat makan
dan segera memesan makanan cepat saji berupa
ayam penyet,sayur asam, sambal terasi, sedaaappp.
Disaat makan hp sahabat terus
menerus berbunyi bergantian kadang suara pesan masuk maupun nada panggilan
namun dia abaikan.
Selesai makan dia mulai
membuka hp memeriksa pesan dan panggilan masuk dan mungkin ada suatu yang
penting sehingga dia harus menelpon dengan agak menjauh dari aku
Aku bisa memaklumi mungkin
pembicaraan rahasia menyangkut bisnis atau hubungan pribadi, dan cukup lama
juga dia bicara dan aku sudah lupa tadi
bicara tentang apa, bicara sampai dimana, aku sudah mulai merasa tidak nyaman
karena ditengah cerita hp selalu berbunyi.
Kamipun segera pulang untuk
melanjutkan aktivitas masing–masing ,dan dalam perjalanan pulangpun hp sahabat
terus menerus berbunyi bahkan ketika
turun dari kendaraan dan melambaikan tangan ,hp masih menempel di telinganya.
Kulihat arloji rupanya sudah 1.5 jam aku berjumpa sahabat
lama, tapi apa yang kami dapat hanya bicara beberapa patah kata.
Rasanya ingin aku mengulang
masa lalu ,dimana kami sering canda dengan cerita2 lucu atau kadang kami serius bercerita tentang seseorang .
Perasaanku campur aduk
antara, kesal,iri, cemburu tapi pada siapa ?.
Tempatku sudah digantikan oleh smart phone,
oleh tegnologi komunikasi canggih dan
itu sudah mendunia.
Tiba-tiba kuteringat iklan di
televisi, disitu diperlihatkan seorang ayah yang sedang membuka laptop, ibu
sedang bicara melalui telepon ,sementara anak yang merasa diabaikan berbicara
dengan boneka.
Benar adanya bahwa teknologi
canggih berupa smartphone,laptop,tab,lengkap dengan koneksi internet telah
dapat mendekatkan yang jauh tetapi menjauhkan yang dekat.
Aku berharap dengan hanya
sedikit merubah kalimat bahwa alat-alat canggih ini dapat MENDEKATKAN YANG
JAUH dan MERAPATKAN YANG DEKAT…
ayuuuu kita coba!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar