DIGANGGU PENUNGGU MAKAM
TUA
Aku bekerja di pertambangan batu bara, sehingga keluar
masuk hutan sudah menjadi rutinitas yang musti dijalani sebagai resiko dari
pekerjaan. maklum saja pertambangan berada jauh di dalam hutan bahkan ka-
dang
di kaki gunung yang jauh dari pemukiman penduduk ( ya iyalah masa ada tambang batu bara ditengah kota ).
Untuk menuju lokasi pertambangan harus menggunakan
kendaraan jenis Jeep dengan 4 wheel drive dan radio komunikasi oleh karena tempatnya
terpencil dan medan yang harus dilalui adalah jalan tanah berbatu bahkan
dibibir jurang yang sangat dalam.
So…. Jadi soal gelapnya malam, lebatnya hutan sudah
tidak asing lagi bagi aku dan juga sudah biasa dikeroyok nyamuk nekat,……
yuuukkk langsung aku mulai cerita ini.
Suatu sore di bulan Juni 2005 aku harus kontrol
tambang yang baru dibuka di daerah Lilangan, Belitung Timur, Belitung.
Hari itu aku harus pergi sendiri dengan mobil off road 4x4 yang perkasa melewati jalan tanah yang sangat licin karena disiram gerimis rintik-rintik.
Merayap mobil berguncang –guncang melintasi hutan
lebat hingga akhirnya terperosok disuatu parit yang tidak terlalu dalam, ( uhhh
mobil jagoan masa gak bisa naik fikirku) , kutekan pedal gas kuat-kuat tapi aneh mobil tak bergerak, kuturun dan periksa roda belakang yang terperosok
ternyata tak sampai setengah ban dalamnya parit itu.
Kucoba lagi dengan memfungsikan 4 wheel drive ,dengan
tenaga penuh kutekan pedal gas, tapi mobil tetap tak bergerak , diam seakan
melekat kuat pada tanah dibawahnya.
Entah berapa kali aku naik turun mobil melihat roda,
naik kemobil mencoba dan mencoba lagi tapi hasilnya tetap sama, mobil tetap
diam ditempat , aku habis akal ga tau lagi musti bagaimana, radio
komunikasi yang kubawa tak dapat
berfungsi mungkin habis baterai sedang hp tidak ada signal, ah …lengkap sudah kesulitan ini.
Sementara hari sudah semakin sore, tidak ada orang
yang lewat disitu dan andai mobil ini harus aku tinggalkan disini maka aku harus berjalan kaki entah berapa jam untuk mencapai kampung terdekat yang tadi
kelewati.
Kulihat jam ditangan sudah pukul 6.40 dan aku yakin sudah mulai masuk
waktu sholat fardlu magrib , dan dengan air mineral aku berwudhu untuk selanjutnya
sholat di dalam mobil ,dan setelah mengucap salam pandanganku terpaku ada sesuatu disebang jalan.sana.
Dibawah rimbunya pohon dan remang –remang malam dengan jarak kurang lebih 250 meter kulihat ada makam, spontan bulu kuduk berdiri ( terus terang saja aku merasa takut waktu itu), namun karena aku juga sudah putus asa maka muncul keberanian,kenapa ga sekalian saja ziarah kubur fikirku, akupun berjalan
mendekati makam itu dan tercium bau harum semacam bunga melati ,semakin dekat ke makam bau harum itu semakin tajam .
Sampai di makan aku mengucap salam “assalamualaika ya ahlull kubur...saya tidak tau apa yg terjadi disini, dan saya tidak ada niat salah utk masuk ke wilayah ini, kalau ada yg salah dengan diri...sehingga harus terperangkap di area ini, mohon dimaafkan” , kemudian saya berzikir, shalawat
dan memohon pertolongan Allah aza wajalla.
Kuperhatikan makam ini sangat tua dikelilingi semak belukar dan juga
tidak ada petunjuk jasad siapa yang dimakamkan disini.
Aku kembali ke mobil lalu kuhidupkan mesin, kumasukan transmisi ,kuinjak
pedal gas, kuangkat pedal kopling ,….. mobilpun berjalan seperti biasa, bahkan
akupun lupa atau tidak sadar bahwa mobil ini tadi terperosok ditempat
itu ber jam-jam lamanya.
Berjalan beberapa menit harum melati masih
tercium di dalam mobil, dan aku terus menyebut namaMu, “Allah Maha Besar , Aku
berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”.
===============
Seperti diceritakan sahabatku : Empu Salam
Yang sekarang berada di Kalimantan Timur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar