ME

ME

Jumat, 16 Mei 2014

DIGANGGU PENUNGGU MAKAM TUA


                                           DIGANGGU  PENUNGGU  MAKAM  TUA

  Aku bekerja di pertambangan batu bara, sehingga keluar masuk hutan sudah menjadi rutinitas yang musti dijalani sebagai resiko dari pekerjaan. maklum saja pertambangan berada jauh di dalam hutan bahkan  ka-
dang di kaki gunung yang jauh dari pemukiman penduduk ( ya iyalah  masa ada tambang batu bara ditengah kota ).
Untuk menuju lokasi pertambangan harus menggunakan kendaraan jenis Jeep dengan 4 wheel drive dan radio komunikasi oleh karena tempatnya terpencil dan medan yang harus dilalui adalah jalan tanah berbatu bahkan dibibir jurang yang sangat dalam.
So…. Jadi soal gelapnya malam, lebatnya hutan sudah tidak asing lagi bagi aku dan juga sudah biasa dikeroyok nyamuk nekat,…… yuuukkk  langsung aku mulai cerita ini.

  Suatu sore di bulan Juni 2005 aku harus kontrol tambang yang baru dibuka di daerah Lilangan, Belitung Timur, Belitung.
Hari itu aku harus pergi sendiri  dengan mobil off road 4x4 yang  perkasa melewati  jalan tanah yang sangat licin  karena disiram gerimis rintik-rintik.
Merayap mobil berguncang –guncang melintasi hutan lebat hingga akhirnya terperosok disuatu parit yang tidak terlalu dalam, ( uhhh mobil jagoan masa gak bisa naik fikirku) , kutekan pedal gas kuat-kuat  tapi  aneh mobil tak bergerak, kuturun dan periksa roda belakang yang terperosok ternyata tak sampai setengah ban dalamnya parit itu.
Kucoba lagi dengan memfungsikan 4 wheel drive ,dengan tenaga penuh kutekan pedal gas, tapi mobil tetap tak bergerak , diam seakan melekat kuat pada tanah dibawahnya.
Entah berapa kali aku naik turun mobil melihat roda, naik kemobil mencoba dan mencoba lagi tapi hasilnya tetap sama, mobil tetap diam ditempat , aku habis akal ga tau lagi musti bagaimana, radio komunikasi  yang kubawa tak dapat berfungsi  mungkin habis baterai sedang hp tidak ada signal,    ah …lengkap sudah kesulitan ini.
Sementara hari sudah semakin sore, tidak ada orang yang lewat disitu dan andai mobil ini harus aku tinggalkan disini maka aku harus  berjalan kaki entah berapa jam untuk mencapai kampung terdekat yang tadi kelewati.
Kulihat jam ditangan sudah pukul 6.40 dan aku yakin sudah mulai masuk waktu sholat fardlu magrib , dan dengan air mineral aku berwudhu untuk selanjutnya sholat di dalam mobil ,dan setelah mengucap salam pandanganku terpaku ada sesuatu disebang jalan.sana.

  Dibawah rimbunya pohon dan remang –remang malam dengan jarak kurang lebih 250 meter kulihat ada makam, spontan bulu kuduk berdiri ( terus terang saja aku merasa takut waktu itu),  namun karena aku juga sudah putus asa maka muncul keberanian,kenapa ga sekalian saja ziarah kubur fikirku, akupun  berjalan 
mendekati makam itu dan tercium bau harum semacam bunga melati ,semakin dekat ke makam bau harum itu semakin tajam .
Sampai di makan aku mengucap salam  “assalamualaika ya ahlull kubur...saya tidak tau apa yg terjadi disini, dan saya tidak ada niat salah utk masuk ke wilayah ini, kalau ada yg salah dengan diri...sehingga harus terperangkap di area ini, mohon dimaafkan” , kemudian saya berzikir, shalawat dan memohon pertolongan Allah aza wajalla.
Kuperhatikan makam ini sangat tua dikelilingi semak belukar dan juga tidak ada petunjuk jasad siapa yang dimakamkan disini.

  Aku kembali ke mobil lalu kuhidupkan mesin, kumasukan transmisi ,kuinjak pedal gas, kuangkat pedal kopling ,….. mobilpun berjalan seperti biasa, bahkan akupun  lupa atau tidak sadar bahwa mobil ini tadi terperosok ditempat itu ber jam-jam lamanya.
Berjalan beberapa menit harum melati masih tercium di dalam mobil, dan aku terus menyebut namaMu, “Allah Maha Besar , Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”.
===============
Seperti diceritakan sahabatku : Empu Salam

Yang sekarang berada di Kalimantan Timur

Tidak ada komentar: