ME

ME

Selasa, 12 Agustus 2014


AKANKAH  NEGERIKU TERJADI ‘ CHAOS’ ?

Para pakar sudah banyak menulis, mengupas ,menganalisa tentang jalanya Pilpres 2014 yang sudah aku baca. Sejujurnya banyak pengetahuan politik yang aku dapat dari beliau-beliau baik yang berupa artikel maupun contoh tindakan maupun pernyataan dari para politisi.
Sebenarnya aku tidak kenal dengan mas Bowo maupun mas Joko yang menjadi capres ini dan aku juga belum pernah jadi warga Solo maupun Jakarta dimana mas Joko yang jadi pemimpin.
Sehingga aku benar-benar hanya rakyat biasa yang hanya bisa membaca berita,menonton televisi ,berfikir dan menyimpulkan, atau bahasa kerennya aku ingin jadi rakyat yang cerdas atau sedang berusha menjadi rakyat yang cerdas gitulah.  Setelah pilpres 9 Juli 2014 banyak hal yang menurut aku aneh atau janggal yang dilakukan oleh mas Bowo beserta Tim atau pendukungnya Aku coba merangkum beberapa keanehan itu menurut versiku sendiri ,versi rakyat yang ingin cerdas.

1.       Mas Joko mengucap syukur karena menurut hasil Quick Count telah memenangkan pilpres, dan mas Bowo tampaknya tidak senang dengan hal itu dan selanjutnya juga mengumumkan kemenangan dirinya ,malah disertai sujud syukur.

Alasan mas Bowo waktu itu adalah bahwa berdasarkan hasil Quick Count dirinya yang menang dalam pilpres.Aku baru sadar rupanya ada beberapa lembaga survey yang menyelenggarakan QC dan memenangkan mas Bowo.  Sampai disini aku maklum pantas mas Bowo merasa tidak suka dengan mas Joko, apalagi dengan penuh wibawa mas Joko menyatakan supaya menunggu hasil Real Count oleh KPU ( wooow so sweet ) ini baru negarawan fikirku.  Namun kemudian dalam wawancara dengan BBC mas Bowo mengatakan bahwa lembaga survey yang memenangkan mas Joko itu adalaha lembaga survey binaan mas Joko. What ???  aku kaget karena disana ada lembaga survey Kompas litbang dan RRI, masa iya sih itu binaan atau dibiayai oleh mas Joko. Makin kaget lagi ketika ada berita mas Bowo mengusir dan marah pada awak media yang selama ini menulis tentang kemenangan mas Joko. .,ah mas Bowo lagi pusing kali fikirku.

2.       Tibalah saatnya hari yang ditunggu dimana KPU akan mengumumkan hasil pemilu secara real ,akupun sempat berdebar juga lihat di televisi (padahal aku ini apa sih) siapapun yang menang tetap aja jadi rakyat kecil .   Hari makin sore dan tinggal 2 provinsi lagi yang sedang dihitung dengan hasil sementara mas Joko unggul.

Eeh tiba tiba mas Bowo muncul di televisi mengatakan menarik diri dari proses pilpres .Wah.. kenapa nih , padahal dulu bilang akan menunggu real count dari KPU apapun hasilnya akan dihormati tapi kenapa menarik diri, dan kenapa ketika tersisa 2 propinsi lagi ??? Alasan beliau katanya pemilu penuh kecurangan masif, terstruktur dan sistematis. Terpaksa deh buka kamus ternyata massif  artinya utuh dan padat ,terstruktur artinya keadaan disusun rapi ,sistematis artinya memakai system/ dengan cara diatur baik baik… Ah masa iya sih mas Joko bisa mengatur KPU seluruh Indonesia ,kan menurut logika yang bisa begitu adalah partai yang berkuasa dalam hal ini Demokrat ,sedang capres dari Demokrat kan ga ikut, bahkan Demokrat mendukung mas Bowo.  Alasan lain PDIP sudah 10 tahun diluar pemerintahan apa mungkin bisa mengatur KPU fikirku.  Namun aku menghibur diri dengan berfikir mungkin mas Bowo punya informasi yang lebih canggih dari berbagai sumber sedang aku cuma pake logika dan baca/nonton berita.

3.       Selanjutnya mas Bowo mengajukan gugatan ke MK karena KPU dianggap curang dan menurut pakar hukum itu sudah benar, karena apabila ada pihak yang merasa dirugikan saluranya adalah ke MK.  Hanya saja yang membuat aku ga ngerti katanya udah menarik diri dari pilpres ko ajukan gugatan lagi. Namun lagi lagi aku musti tau diri karena merasa bukan pakar ,dan sudah banyak ahli hukum dan Tata Negara di Jakarta sana.  Mas Bowo bilang akan ajukan bukti 10 truk dan ribuan saksi untuk menunjukan kecurangan KPU.  

Ah ..ternyata yang diajukan hanya beberapa ikat saja barang bukti itu dan saksinya juga banyak yang tidak mengalami dan melihat sendiri kecurangan itu . Yang aku heran disetiap TPS kan ada saksi mas Bowo jadi disana ngapain aja waktu hari pencoblosan itu?

4.             Masa yang selalu memenuhi halaman MK dengan alasan untuk mengawal sidang.Sambil mengawal sambil orasi dan yang seram adalah dalam orasinya akan menculik Ketua KPU .

Wah wah ..kenapa sidang musti dikawal , dan itu yang orasi mau meculik Ketua KPU bukan orang sembarangan tapi konon Ketua Partai Gerindra Jakarta dan anggota DPD. Aku berfikir katanya mau ikut proses hukum ko ada acara menculik sih.    Namun ada adegan serius tapi lucu bawa selama ini pihak mas Bowo bilang mas Joko itu antek asing, tapi ternyata pendukung mas Bowo berebut nasi kotak dengan tulisan KFC bukan nasi Padang ..he  he .
Aku berfikir andaikata disaat begini pendukung mas Joko juga turun ke MK ,kemungkinan akan terjadi bentrokan,mengingat pendukung mas Joko kan juga banyak ( ya iyalah kalo ga banyak masa bisa menang real count ) he he. beruntung mereka bisa dikendalikan/menahan diri .
Bagaimana nanti andai keputusan MK menolak gugatan mas Bowo ?.. dari gejalanya sudah tampak bahwa masa mas Bowo akan meminta DPR membentuk PANSUS yang meminta keputusan politik yang bermuara ke MPR agar tidak melantik mas Joko sebagai Presiden.
Apakah ini tidak mengakibatkan terjadinya ‘chaos’  antara dua pendukung ?
Ah ..mas Bowo ini maunya gimana sih ? , memang mas seneng lihat orang pada berantem gitu? Aku jadi ngeri, takut ,jantung deg degan .. Jangan gitu lah mas, … mas gagah deh kalau naik kuda putih…. mau dong diajarin naik kuda.