AKANKAH NEGERIKU TERJADI ‘
CHAOS’ ?
Para pakar sudah banyak menulis,
mengupas ,menganalisa tentang jalanya Pilpres 2014 yang sudah aku baca.
Sejujurnya banyak pengetahuan politik yang aku dapat dari beliau-beliau baik
yang berupa artikel maupun contoh tindakan maupun pernyataan dari para
politisi.
Sebenarnya aku tidak kenal dengan mas
Bowo maupun mas Joko yang menjadi capres ini dan aku juga belum pernah jadi
warga Solo maupun Jakarta dimana mas Joko yang jadi pemimpin.
Sehingga aku benar-benar hanya rakyat
biasa yang hanya bisa membaca berita,menonton televisi ,berfikir dan
menyimpulkan, atau bahasa kerennya aku ingin jadi rakyat yang cerdas atau
sedang berusha menjadi rakyat yang cerdas gitulah. Setelah pilpres 9 Juli 2014 banyak hal yang
menurut aku aneh atau janggal yang dilakukan oleh mas Bowo beserta Tim atau
pendukungnya Aku coba merangkum beberapa keanehan itu menurut versiku sendiri
,versi rakyat yang ingin cerdas.
1.
Mas Joko mengucap
syukur karena menurut hasil Quick Count telah memenangkan pilpres, dan mas Bowo
tampaknya tidak senang dengan hal itu dan selanjutnya juga mengumumkan
kemenangan dirinya ,malah disertai sujud syukur.
Alasan
mas Bowo waktu itu adalah bahwa berdasarkan hasil Quick Count dirinya yang
menang dalam pilpres.Aku baru sadar rupanya ada beberapa lembaga survey yang
menyelenggarakan QC dan memenangkan mas Bowo.
Sampai disini aku maklum pantas mas Bowo merasa tidak suka dengan mas
Joko, apalagi dengan penuh wibawa mas Joko menyatakan supaya menunggu hasil
Real Count oleh KPU ( wooow so sweet ) ini baru negarawan fikirku. Namun kemudian dalam wawancara dengan BBC mas
Bowo mengatakan bahwa lembaga survey yang memenangkan mas Joko itu adalaha
lembaga survey binaan mas Joko. What ???
aku kaget karena disana ada lembaga survey Kompas litbang dan RRI, masa
iya sih itu binaan atau dibiayai oleh mas Joko. Makin kaget lagi ketika ada
berita mas Bowo mengusir dan marah pada awak media yang selama ini menulis
tentang kemenangan mas Joko. .,ah mas Bowo lagi pusing kali fikirku.
2.
Tibalah saatnya
hari yang ditunggu dimana KPU akan mengumumkan hasil pemilu secara real ,akupun
sempat berdebar juga lihat di televisi (padahal aku ini apa sih) siapapun yang
menang tetap aja jadi rakyat kecil .
Hari makin sore dan tinggal 2 provinsi lagi yang sedang dihitung dengan
hasil sementara mas Joko unggul.
Eeh
tiba tiba mas Bowo muncul di televisi mengatakan menarik diri dari proses
pilpres .Wah.. kenapa nih , padahal dulu bilang akan menunggu real count dari
KPU apapun hasilnya akan dihormati tapi kenapa menarik diri, dan kenapa ketika
tersisa 2 propinsi lagi ??? Alasan beliau katanya pemilu penuh kecurangan
masif, terstruktur dan sistematis. Terpaksa deh buka kamus ternyata massif artinya utuh dan padat ,terstruktur artinya
keadaan disusun rapi ,sistematis artinya memakai system/ dengan cara diatur
baik baik… Ah masa iya sih mas Joko bisa mengatur KPU seluruh Indonesia ,kan
menurut logika yang bisa begitu adalah partai yang berkuasa dalam hal ini
Demokrat ,sedang capres dari Demokrat kan ga ikut, bahkan Demokrat mendukung
mas Bowo. Alasan lain PDIP sudah 10
tahun diluar pemerintahan apa mungkin bisa mengatur KPU fikirku. Namun aku menghibur diri dengan berfikir
mungkin mas Bowo punya informasi yang lebih canggih dari berbagai sumber sedang
aku cuma pake logika dan baca/nonton berita.
3.
Selanjutnya mas
Bowo mengajukan gugatan ke MK karena KPU dianggap curang dan menurut pakar hukum
itu sudah benar, karena apabila ada pihak yang merasa dirugikan saluranya
adalah ke MK. Hanya saja yang membuat
aku ga ngerti katanya udah menarik diri dari pilpres ko ajukan gugatan lagi.
Namun lagi lagi aku musti tau diri karena merasa bukan pakar ,dan sudah banyak
ahli hukum dan Tata Negara di Jakarta sana.
Mas Bowo bilang akan ajukan bukti 10 truk dan ribuan saksi untuk menunjukan
kecurangan KPU.
Ah
..ternyata yang diajukan hanya beberapa ikat saja barang bukti itu dan saksinya
juga banyak yang tidak mengalami dan melihat sendiri kecurangan itu . Yang aku
heran disetiap TPS kan ada saksi mas Bowo jadi disana ngapain aja waktu hari
pencoblosan itu?
4.
Masa yang selalu
memenuhi halaman MK dengan alasan untuk mengawal sidang.Sambil mengawal sambil orasi
dan yang seram adalah dalam orasinya akan menculik Ketua KPU .
Wah
wah ..kenapa sidang musti dikawal , dan itu yang orasi mau meculik Ketua KPU
bukan orang sembarangan tapi konon Ketua Partai Gerindra Jakarta dan anggota
DPD. Aku berfikir katanya mau ikut proses hukum ko ada acara menculik sih. Namun ada adegan serius tapi lucu bawa
selama ini pihak mas Bowo bilang mas Joko itu antek asing, tapi ternyata
pendukung mas Bowo berebut nasi kotak dengan tulisan KFC bukan nasi Padang
..he he .
Aku
berfikir andaikata disaat begini pendukung mas Joko juga turun ke MK
,kemungkinan akan terjadi bentrokan,mengingat pendukung mas Joko kan juga
banyak ( ya iyalah kalo ga banyak masa bisa menang real count ) he he.
beruntung mereka bisa dikendalikan/menahan diri .
Bagaimana nanti andai keputusan MK
menolak gugatan mas Bowo ?.. dari gejalanya sudah tampak bahwa masa mas Bowo
akan meminta DPR membentuk PANSUS yang meminta keputusan politik yang bermuara
ke MPR agar tidak melantik mas Joko sebagai Presiden.
Apakah ini tidak mengakibatkan terjadinya ‘chaos’ antara dua pendukung ?
Ah ..mas Bowo ini maunya gimana sih ? ,
memang mas seneng lihat orang pada berantem gitu? Aku jadi ngeri, takut
,jantung deg degan .. Jangan gitu lah mas, … mas gagah deh kalau naik kuda
putih…. mau dong diajarin naik kuda.